Home Umum

Who's Online

We have 16 guests online

Statistics

Content View Hits : 17421

Login Form



Umum
Mau kemana Olahraga Indonesia ? PDF Print E-mail
Written by Ria Loemintuarso   
Friday, 18 December 2009 10:25

Catatan dari 25 Th, Sea Games Laos, Vientiane 2009

Sejak mengikuti Pesta olahraga semananjung asia tenggara hingga dekade 80 an Indonesia  selalu merajai perolehan medali. Itu wajar karena kita memiliki penduduk dengan jumlah yang besar dibanding negara lain di Asia tenggara. Peta dominasi kekuatan olahraga Indonesia di kawasan Asia tenggara mulai terganggu sejak dekade 90 an. Di era itu Thailand mulai menampaki langkah untuk mulai mengambil alih dominasi kekuatan.  Tahun 1995 saat Sea Games dilaksanakan di Thailand, Thailand tampil memimpin perolehan medali. Untungnya pada tahun 1997 Indonesia kembali menjadi tuan rumah sehingga dominasi kembali ke tangan Indonesia karena cabang dan nomor yang dipertandingkan memang banyak unggulan atlet kita.

 
Dialah Polisi Teladan Kita PDF Print E-mail
Written by Ramadhan K.H.   
Sunday, 13 December 2009 08:38

Kepala polisi teladan itu telah berpulang. Dikenal menolak suap dan berani menangkap penyelundup mobil kelas kakap.
PADA suatu hari tahun 1980. Hoegeng menerima telepon dari TVRI. Orang TVRI itu, entah siapa, meminta maaf dan mengatakan bahwa siaran musik Hawaiian Seniors akan diakhiri. "Siaran itu akan diganti dengan siaran musik nasional," kata sang penelepon. Hoegeng langsung menukas, "Lha, yang benar saja! Apa bukan karena saya penanda tangan Petisi 50?" Si penelepon langsung menyahut, "Kok Bapak tahu?"

 
Batik Oey Soe Tjoen [1925] PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Sunday, 13 December 2009 08:31

PEMBUATAN selembar batik Oey Soe Tjoen bak ritual panjang. Awalnya, Muayah, pekerja di situ, menggoreskan lilin pada motif daun. Ia lalu menyerahkan hasil kerjanya kepada sang bos, Widianti Widjaja, yang lalu memeriksanya dengan teliti. Bila dianggap oke, kain akan diambil alih pekerja lain. Ia meneruskan pekerjaan untuk motif lain.

Menurut Widianti, semakin banyak motif yang hendak dikerjakan, semakin lama batik selesai. Satu batik dengan motif tertentu bahkan dikerjakan 15 orang. ”Proses produksinya bisa sampai satu setengah tahun,” katanya. ”Harganya sama dengan harga satu motor.” Dengan proses panjang pembuatannya, produksi batik Oey Soe Tjoen susah digenjot. Apalagi jumlah pekerjanya tak sebanyak dulu. Kini paling banyak mereka bisa membuat dua lembar batik setahun. Ini sangat timpang dibandingkan dengan generasi awal yang mampu menghasilkan berpuluh helai.