|
|
|
Dialah Polisi Teladan Kita |
|
|
|
|
Written by Ramadhan K.H.
|
|
Sunday, 13 December 2009 08:38 |
|
Kepala polisi teladan itu telah berpulang. Dikenal menolak suap dan berani menangkap penyelundup mobil kelas kakap.
PADA suatu hari tahun 1980. Hoegeng menerima telepon dari TVRI. Orang TVRI itu, entah siapa, meminta maaf dan mengatakan bahwa siaran musik Hawaiian Seniors akan diakhiri. "Siaran itu akan diganti dengan siaran musik nasional," kata sang penelepon. Hoegeng langsung menukas, "Lha, yang benar saja! Apa bukan karena saya penanda tangan Petisi 50?" Si penelepon langsung menyahut, "Kok Bapak tahu?"
|
|
Batik Oey Soe Tjoen [1925] |
|
|
|
|
Written by Administrator
|
|
Sunday, 13 December 2009 08:31 |
|
PEMBUATAN selembar batik Oey Soe Tjoen bak ritual panjang. Awalnya, Muayah, pekerja di situ, menggoreskan lilin pada motif daun. Ia lalu menyerahkan hasil kerjanya kepada sang bos, Widianti Widjaja, yang lalu memeriksanya dengan teliti. Bila dianggap oke, kain akan diambil alih pekerja lain. Ia meneruskan pekerjaan untuk motif lain.
Menurut Widianti, semakin banyak motif yang hendak dikerjakan, semakin lama batik selesai. Satu batik dengan motif tertentu bahkan dikerjakan 15 orang. ”Proses produksinya bisa sampai satu setengah tahun,” katanya. ”Harganya sama dengan harga satu motor.” Dengan proses panjang pembuatannya, produksi batik Oey Soe Tjoen susah digenjot. Apalagi jumlah pekerjanya tak sebanyak dulu. Kini paling banyak mereka bisa membuat dua lembar batik setahun. Ini sangat timpang dibandingkan dengan generasi awal yang mampu menghasilkan berpuluh helai.
|
|
|
|
|
|