Home Kabar dari Pekalongan Batik China Bikin Resah Pembatik Pekalongan

Who's Online

We have 18 guests online

Statistics

Content View Hits : 17423

Login Form



Batik China Bikin Resah Pembatik Pekalongan PDF Print E-mail
Written by Akhmad Safuan   
Friday, 22 January 2010 15:46

Penulis : Akhmad Safuan


PEKALONGAN--MI: Para perajin tradisional di Pekalongan, Jawa Tengah, resah dengan diberlakukannya pasar bebas ASEAN-China Free Trade Agreement (ACFTA).

Mereka khawatir serbuan tekstil China dengan motif batik yang dijual di pasaran lebih murah akan merusak pasar batik. Keterangan dihimpun Media Indonesia di Pekalongan, Selasa (12/1), para pembatik tradisional yang biasanya bekerja secara home industry dan peralatan batik yang sederhana, seperti batik tulis dan cap serta lebih mengutamakan seni membatik, mengaku resah dengan pasar bebas.

"Kami khawatir jika tekstil China tersebut masuk dengan bebas akan menggusur kami. Soalnya, ketika batik China masuk tahun lalu saja cukup merepotkan dan terjadi penurunan omzet penjualan," kata Aminah, 52, seorang pengrajin batik Pekalongan di Pesindon, Kota Pekalongan.

Hal senada juga diungkan oleh Endang, 45, perajin di Bendan, Pekalongan, bahwa keresahan perajin karena tekstil China, terutama dengan bahan sutra bermotif batik, mirip dengan batik Pekalongan, dijual lebih murah, dan kualitas bahan yang bagus. Industri tekstil printing saja kewalahan menghadapi produk tekstil China tersebut. "Apalagi, kami yang hanya bermodal kecil dan hanya mengandalkan keahlian turun temurun," tambahnya.

Berdasarkan pemantauan pasar tekstil China dengan motif batik telah masuk ke beberapa kota di Jawa Tengah, bahkan di Pekalongan. Contohnya, harga untuk kain dengan ukuran sarimbit mampu dijual Rp40.000-75.000 per potong. Untuk batik tradisional dengan sistem produksi cap rata-rata dijual di atas Rp100.000. Harga batik kain jarik untuk batik tradisional rata-rata di atas Rp40.000 per potong. Namun, batik China mampu dijual Rp20.000 per potong.

Wali Kota Pekalongan Basyir Achmad mengatakan telah banyak mendapatkan keluhan dan keresahan para pembatik tradisional. Karenanya, Pemerintah Kota Pekalongan sedang melakukan upaya membatasi beredarnya tekstil batik asal China tersebut di pasaran. (AS/OL-04)

Sumber artikel: http://www.mediaindonesia.com/read/2010/01/12/116543/124/101/Batik-China-Bikin-Resah-Pembatik-Pekalongan

 

Add comment


Security code
Refresh