|
Written by Achmad Mubin
|
|
Friday, 22 January 2010 15:13 |
|
Dulur....
Setelah terakhir kali Pengurus Pusat mengadakan pertemuan anggota di Jakarta pada tahun 2006, sudah saatnya kita kumpul bersama lagi, gayeng bersama lag.
Lebih dari sekedar pertemuan, kumpul bersama kita,juga akan diisi oleh pembicara yang juga tokoh2 Askarlo yang berlatar belakang bisnis dan juga budaya, seperti :
KARTONO MOHAMMAD
PETER ONG (dalam konfirmasi)
Dan, yang gak mungkin ketinggalan adalah...... Mangan Segomegono.. ..!!!
Hayuk temen2 alumni dari angkatan tahun berapapun ikut hadir di kumpul bareng di acara:
TEMU KANGEN ASKARLO 2010
pada hari minggu 21 Februari 2010 jam 09.00wib sampai selesai,
Tempat: di Taman Melati (Jasmine Garden)-Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta.
Catatkan kesedian dulur untuk hadir lewat SMS :
ASKARLO#TMII#nama anda#thn lulus#kota domisili
Kirim ke SMS Square Askarlo: 085211556428
Contoh: ASKARLO#TMII#Achmad Mubin#1983#Jakarta
(tarif pulsa sms biasa)
Salam Askarlo,
Mubin'83
SekUm.
|
|
|
Written by Dr. Dody Priambada, SpBS
|
|
Saturday, 06 February 2010 16:03 |
|

Otak manusia terdiri dari kumpulan saraf yang membentuk kelompok – kelompok fungsional. Kelompok kecil berupa gyrus, lebih besar berupa lobus, dan gabungan lobus membentuk Hemisphere. Terdapat 2 hemisphere, yaitu Right Hemisphere ( Belahan Otak Kanan ) dan Left Hemisphere ( Belahan Otak Kiri ) yang saling dihubungkan oleh kelompok serabut saraf yang disebut corpus callosum. Kedua hemisphere mempunyai fungsi yang berbeda, belahan otak kiri lebih dihubungkan dengan kecerdasan (western thinking) sedangkan kanan lebih kearah seni (eastern thinking). Seseorang dianggap mempunyai kualitas otak baik bila mempunyai otak kiri yang baik. Belahan Otak kiri, disebut sebagai hemisfer dominan sejak diketahui oleh Broca th 1864 bahwa pusat kemampuan bicara berada di belahan ini. Penemuan ini menyebabkan belahan otak kanan dianggap tidak penting, sehingga muncul istilah “Otak yang Terabaikan” untuk Belahan Otak kanan.
|
|
Hadapi UN, Mental dan Motivasi Siswa SMAN 1 Dipacu |
|
|
|
|
Written by Administrator
|
|
Saturday, 06 February 2010 11:50 |
|
PEKALONGAN - Menghadapi Ujian Nasional (UN) 2010, mental dan motivasi 330 siswa kelas XII SMA Negeri (SMAN) 1 Pekalongan dipacu melalui kegiatan bertajuk Create Your Own Future (CYOF) Top of The Top Best of The Best.
Kegiatan motivasi yang dipandu langsung oleh personel Bali Muda Group, Jakarta dan dipimpin Heppy Trenggono dari perusahaan itu sekaligus alumnus SMAN 1 Pekalongan, mampu memacu mental dan motivasi siswa.
|
|
Sedep Kalongan di Sudut Jakarta |
|
|
|
|
Written by Aan Juanda
|
|
Tuesday, 15 December 2009 14:31 |
|
Kangen “ngomah” Pekalongan ?, atau ingin bernostalgia dengan suasana Pekalongan di Jakarta ?.
Mongggo mampir di rumah makan ‘Tauto Pekalongan Nino’ di daerah Tebet depan Pasar PSPT Jakarta Selatan. Bangunan rumah makannya tidak terlalu besar, tapi begitu anda masuk kedalam, suasana Pekalongan akan sangat terasa. Pernik-pernik khas Pekalongan seperti memuaskan kerinduan akan kota batik di Pantai Utara Jawa ini. Dari Becak Pekalongan yang terparkir di pojok ruang, peta Pekalongan, serta Lambang kota Pekalongan ditata apik. Foto-foto yang menjadi penanda kota juga menghiasi dinding, kabar kegitan ‘ OPEK’ (Organisasi Orang Pekalongan) di Jakarta ada terpampang, tidak ketinggalan Poster dan kegiatan ‘ASKARLO’ (Organisasi Alumni SMA 1 Kartini Pekalongan) juga ada disini.
|
|
Al Jahiz (776 – 869) Peletak Dasar Teori Evolusi |
|
|
|
|
Written by Hadi Sutedjo
|
|
Sunday, 24 January 2010 07:15 |
|
Al-Jahiz bukanlah Nama sebenarnya, kita sering menemukan nama-nama ulama, cendikia muslim hanya disebut secara singkat. Nama singkat tersebut biasanya nama julukan atau asal tempat kelahiran. Al-Jahiz bernama lengkap ABU UTHMAN AMR B BAHR AL-FUQAYMI AL-BASRI. Julukan Al-Jahiz diberikan oleh masyarakat sekitar karena bentuk mata yg unik.
Menurut catatan sejarah Al-Jahiz keturunan abesinia, berkulit hitam dan berpenampilan sangat sembarangan. Sebagian masyarakat Basra pada masa itu memandang Al-Jahiz sebagai warga non-arab kelas dua. Pandangan masyarakat sekitar terhadapnya yg berkesan merendahkan tidak membuat beliau berkecil hati. Diyakini, keadaan ini mengambil peranan cukup penting bagi perkembangan pilihan hidupnya, Al-Jahiz ingin menunjukkan pada masyarakat, meski sebagai warga kelas dua, dia memiliki kemampuan luar biasa dan menghasilkan karya-karya intelektual sangat mengagumkan, bahkan mewarnai sejarah perkembangan dunia dan mempengaruhi kaum intelektual seluruh dunia sepanjang masa.
|
|
|
|
|
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 Next > End >>
|
|
Page 1 of 8 |